JUAL MOTOR SERVO FANUC
A06B-0075-B003
JUAL CNC FANUC CONTROLLER BEKAS
A02B-0321-B500
JUAL CNC FANUC CONTROLLER BEKAS
A02B-0321-B500
JUAL MOTOR SERVO FANUC
A06B-0075-B003
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Industri. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Februari 2020
Senin, 27 Januari 2020
Pengunaan Kontak NO dan NC pada PLC Omron [Eps 2]
1/27/2020
Belajar Pemrograman, Electronic & Robotic, Omron CP1E, PLC Omron, Programable Logic Control (PLC), Software, Teknologi Industri
No comments
Episode 2
Ok agan sekalian, mimin mau lanjutin tentang pembahasan Belajar Program PLC Omron Pengunaan Kontak NO dan NC pada CX Programer setelah sebelumnya mimin bahas Cara membuat Project Baru di CX Programer. Untuk pembahasan ini saya memakai PLC Omron CP1E, langsung aja ya buka software nya.
Episode ini saya mau bahas tentang Pengunaan Kontak NO dan NC pada CX Programer, Silahkan buat ladder program seperti berikut :
Penjelasan dan Cara Kerja :
Baris (Rung) 0 :
I:0.00 pada baris 0 adalah input Kontak NO, jika I:0.00 bernilai 1 atau ON maka W:0.00 akan menyala, dan begitu sebaliknya. Jika I:0.00 bernilai 0 atau OFF maka W:0.00 akan mati.
Baris (Rung) 2 :
I:0.01 pada baris 2 adalah input Kontak NC, jika I:0.01 bernilai 1 atau ON maka W:0.01 akan mati, dan sebaliknya jika I:0.01 bernilai 0 atau OFF maka Coil W:0.01 akan menyala.
I:0.00 = Input Device 0
I:0.01 = Input Device 1
W:0.00 = Internal Coil atau Work Area 0
W:0.01 = Internal Coil atau Work area 1
Silahkan mencoba!
Harley Daulay
Minggu, 26 Januari 2020
Membuat Project Baru Pada CX Programer [Eps 1]
1/26/2020
Belajar Pemrograman, Electronic & Robotic, Omron CP1E, PLC Omron, Programable Logic Control (PLC), Software, Teknologi Industri
No comments
Untuk Episode Berikutnya Klik disini
Episode 1
Halo teman, kali ini mimin mau berbagi ilmu tentang Cara Membuat Project Baru Pada CX Programer, Khususnya buat para pemula yang sedang mulai belajar PLC Omron. Nah untuk kali ini mimin pakai PLC Omron type CP1E, OK langsung aja yaaa.....
Episode 1
Halo teman, kali ini mimin mau berbagi ilmu tentang Cara Membuat Project Baru Pada CX Programer, Khususnya buat para pemula yang sedang mulai belajar PLC Omron. Nah untuk kali ini mimin pakai PLC Omron type CP1E, OK langsung aja yaaa.....
Langkah pertama hidupkan PC sobat lalu buka software CX Programer, untuk software nya mimin gak bagi softwarenya ya, soalnya ukurannya lumayan Gede,,, haha :) sobat bisa cari di google namanya CX ONE didalamnya sudah termasuk CX Programer dan CX Designer.
Setelah softwarenya dibuka kira kira penampakannya seperti berikut :
langkah selanjutnya adalah menklik "File" pada menu lalu Pilih "New Project" maka akan muncul menu Pop up lagi untuk pilihan PLC nya, Kali ini mimin pake PLC Omron type CP1E dan penampakannya seperti berikut :
Langkah selanjutnya adalah tekan OK maka halaman Project akan terbuka, kira-kira seperti ini :
kalau sudah di tahap ini tinggal membuat Ladder programnya, nanti mimin bahas di episode berikutnya :) Episode Berikutnya Klik disini
Mudah Bukan?
Selamat Belajar!
Harley Daulay
Penggunaan Kontak NO dan NC pada PLC LG
1/26/2020
Belajar Pemrograman, Harley Afandi Daulay, LG, LS IS, MasterK-120s, Programable Logic Control (PLC), Teknologi Industri
No comments
MasterK-120s PART 2
OK bro... kali ini mimin mau ngeshare tentang contoh sederhana Program PLC LG MasterK-120s serta penjelasannya. Lansung aja yaa, Langkah pertama silhakan buka softwarenya dan buat sebuah project, mimin anggap untuk Cara Membuat Project di KGLwin para sobat udah paham, kalau yang belum paham silhahkan kunjungi Cara Membuat Project di KGLwin di link ini.
Silahkan buat Ladder Program seperti berikut ini :
Penjelasan dan Cara Kerja :
P0000 : Input 0
P0001 : Input 1
P0002 : Input 2
M0000 : Internal Coil 0
M0001 : Internal Coil 1
M0003 : Internal Coil 3
Baris 0
Ketika P0000 berubah status menjadi ON maka Internal Coil M0000 Akan menyala, dan Begitu sebaliknya.
Baris 0
Ketika P0000 berubah status menjadi ON maka Internal Coil M0000 Akan menyala, dan Begitu sebaliknya.
- Baris 2
Ketika P0000 berubah status menjadi ON maka Internal Coil M0001 Akan Mati, Begitu juga sebaliknya.
- Baris 4
Rangkaian ini sering juga disebut dengan rangkaian DOL (Direct Online), cara kerjanya ketika P0001 berubah status menjadi ON maka
Internal coil M0003 akan menyala, M0003 akan tetap menyala sekalipun P0001 berubah status menjadi OFF karena listrik masih tersambung
pada kontak NO pada M0003. Dan Ketika Input P0002 berubah status menjadi ON maka M0003 akan mati, karena rangkaian akan terputus oleh
kontak NC pada Input P0002.
Bagaimana? Mudah Bukan?
Selamat Belajar!
Harley Daulay
Selasa, 07 Januari 2020
Membuat Gambar atau Grafik Di VB6
1/07/2020
Belajar Pemrograman, Harley Afandi Daulay, Harley Daoelay, Harley Daulay, Software, Teknologi Industri, Tips Dan Trik, Tutorial Blog, Tutorial VB6, Visual Basic
No comments
Membuat Grafik di Visual Basic 6 Tidak begitu sulit. VB6 memberi Anda fleksibilitas dan kekuatan untuk membuat aplikasi grafis dalam langkah-langkah mudah. VB6 Kaya akan fitur yang berhubungan dengan grafis. Metode & properti memungkinkan Anda untuk menggunakan fitur-fitur ini dengan cara paling efektif.
Dalam tutorial ini, kita belajar tentang berbagai metode grafis, properti, dan teknik. Metode dan properti grafik memungkinkan Anda melakukan beberapa operasi grafis. Lebih khusus lagi, memungkinkan Anda untuk menggambar titik, garis, lingkaran, persegi panjang, elips dan bentuk lainnya. Anda juga akan belajar cara menampilkan teks dan gambar.
Tutorial ini untuk pelajar pemula. Jadi konsep disajikan dengan cara yang paling sederhana. Contoh kode telah di tes dan berjalan dengan baik.
Graphic Method
Metode grafis memungkinkan Anda untuk menggambar pada formulir dan kontrol PictureBox. Dalam Visual Basic 6, metode grafis hanya didukung oleh objek bentuk dan kontrol PictureBox. Namun, versi Visual Basic yang lebih baru memungkinkan Anda untuk menggunakannya dengan objek dan kontrol lain.
Pertama-tama, metode grafis di bagian ini hanya dibahas untuk memberi Anda ide dasar tentang mereka. Kemudian dalam tutorial ini, saya akan menunjukkan kepada Anda bagaimana menggunakannya dalam kode Anda untuk melakukan operasi tertentu seperti mencetak teks, menggambar bentuk dll.
Metode grafis umum dijelaskan di bawah ini.
Print :
Adalah metode grafis paling sederhana dalam Visual Basic 6. Metode ini telah digunakan di seluruh versi bahasa sebelumnya. Ini mencetak beberapa teks pada formulir atau pada kontrol PictureBox. Dan biasanya dipakai untuk Menampilkan Text.
Cls:
Metode Cls adalah metode grafis sederhana lain yang digunakan untuk menghapus permukaan formulir atau kontrol PictureBox. Jika ada beberapa teks, Anda dapat menggunakan metode Cls untuk menghapus teks. Ini membersihkan semua gambar yang dibuat dengan metode grafis.
Point:
Metode Point mengembalikan nilai warna dari gambar untuk piksel pada titik tertentu. Metode ini umumnya digunakan untuk mengambil nilai warna dari bitmap.
Refresh:
Metode refresh menggambar ulang kontrol atau objek. Dengan kata lain, itu menyegarkan kontrol. Umumnya, kontrol di-refresh secara otomatis sebagian besar waktu. Tetapi dalam beberapa kasus, Anda perlu menyegarkan tampilan kontrol secara manual dengan secara eksplisit menggunakan metode Refresh.
PSet:
Metode PSet mengatur warna piksel tunggal pada formulir. Metode ini digunakan untuk menggambar poin.
Line:
Metode Line menggambar garis. Dengan menggunakan metode Line, Anda juga dapat menggambar bentuk geometris lainnya seperti persegi panjang, segitiga, dll.
Circle:
Metode Lingkaran menggambar lingkaran. Dengan menggunakan metode Circle, Anda juga dapat menggambar bentuk geometris lainnya seperti elips, busur, dll.
PaintPicture:
Metode PaintPicture menampilkan gambar pada formulir saat run-time.
TextHeight:
Metode TextHeight mengembalikan ketinggian string pada formulir saat run-time.
TextWidth:
Metode TextWidth mengembalikan lebar string pada formulir saat run-time.
Fungsi LoadPicture
Fungsi LoadPicture memuat gambar ke formulir atau ke kontrol PictureBox. Ini mengatur gambar ke kontrol untuk menampilkannya. Fungsi mengambil path file sebagai argumen. Fungsi LoadPicture memungkinkan Anda untuk mengatur gambar pada saat dijalankan.
Contoh:
Code:
Picture1 = LoadPicture(“C:\MyPic.JPG”)
Di sini, Picture1 adalah kontrol PictureBox. Ketika kode ini dieksekusi gambar diambil dan diatur ke kontrol PictureBox. Jika Visual Basic tidak dapat menemukan gambar di lokasi yang ditentukan, maka akan muncul error run-time ‘53’.
Fungsi RGB
Fungsi RGB mengembalikan integer, kode warna yang digunakan untuk mengatur warna dalam kode Visual Basic. Kode warna RGB adalah kombinasi warna merah, hijau dan biru. Simak contoh berikut untuk memahami fungsi RGB di VB6.
Code:
Form1.BackColor = RGB (120, 87, 55)
Warna RGB diatur sebagai warna latar belakang objek formulir. Argumen pertama, kedua dan ketiga mewakili warna merah, hijau dan biru. Nilai warna adalah bilangan bulat. Nilai-nilai ini berada dalam kisaran 0 hingga 255. Jadi, Anda dapat menggunakan nilai apa pun antara 0 dan 255 untuk mendapatkan warna.
Bersambung ..... :)
Minggu, 05 Januari 2020
EXPORT DATA DARI DATABASE KE EXCEL VB6 DENGAN MSFlexGrid
1/05/2020
Belajar Pemrograman, Harley Afandi Daulay, Harley Daoelay, Harley Daulay, Microcontroller, Software, Teknologi Industri, Tips Dan Trik, Tutorial Vb 2010, Tutorial VB6, Visual Basic
No comments
Ok Fren Langsung aja ke pokok bahasan ya... Setelah sebelumnya bahas Cara Input Data Ke Database Dengan VB6 .
Langkah pertama silahkan buka VB6 di komputer anda, lalu pilih "Standar EXE".
Maka tamplannya kira-kira seperti ini :
Langkah selanjutnya adalah Klik "Project" ---->> "Pereference" :
Kemudian ceklis component sehingga jadi seperti berikut :
Kemudian Tekan OK, Langkah selanjutnya adalah Tekan "CTRL + T" pada keyborad lalu ceklis pada "Microsoft FlexGrid Control" seperti Berikut :
Lalu Tekan Ok, Kemudian tambahkan 1 buah "MSFlexGrid" dan 2 buah "CommandButton", lalu susun seperti ini :
Untuk CommandButton "Export" Ganti nama menjadi "CmdEksport" dan untuk CommandButton "Close" Ganti dengan "CmdClose",
lalu klik double klik pada form dan paste kan kode berikut :
' Author : HARLEY AFANDI DAULAY
' Date : 25-09-2019
' Purpose : https://technoindustri.blogspot.com
' Email : harly.afandi@gmail.com
'-------------------------------------------------
Dim DataKu As New ADODB.Recordset
Dim Baris As Integer
'Untuk Mengatur Tampilan MSFlexGrid1
Sub AktifMSFlexGrid1()
MSFlexGrid1.Cols = 3
MSFlexGrid1.RowHeightMin = 300
'-------------------------------------------------
MSFlexGrid1.Col = 0
MSFlexGrid1.Row = 0
MSFlexGrid1.Text = "NO"
MSFlexGrid1.CellFontBold = True
MSFlexGrid1.ColWidth(0) = 500
MSFlexGrid1.AllowUserResizing = flexResizeColumns
MSFlexGrid1.CellAlignment = flexAlignCenterCenter
'-------------------------------------------------
MSFlexGrid1.Col = 1
MSFlexGrid1.Row = 0
MSFlexGrid1.Text = "NAMA"
MSFlexGrid1.CellFontBold = True
MSFlexGrid1.ColWidth(1) = 2000
MSFlexGrid1.AllowUserResizing = flexResizeColumns
MSFlexGrid1.CellAlignment = flexAlignCenterCenter
'-------------------------------------------------
MSFlexGrid1.Col = 2
MSFlexGrid1.Row = 0
MSFlexGrid1.Text = "ALAMAT"
MSFlexGrid1.CellFontBold = True
MSFlexGrid1.ColWidth(2) = 2500
MSFlexGrid1.AllowUserResizing = flexResizeColumns
MSFlexGrid1.CellAlignment = flexAlignCenterCenter
End Sub
Private Sub CmdClose_Click()
Unload Me
End Sub
' Purpose : https://technoindustri.blogspot.com
' Email : harly.afandi@gmail.com
'-------------------------------------------------
Dim DataKu As New ADODB.Recordset
Dim Baris As Integer
'Untuk Mengatur Tampilan MSFlexGrid1
Sub AktifMSFlexGrid1()
MSFlexGrid1.Cols = 3
MSFlexGrid1.RowHeightMin = 300
'-------------------------------------------------
MSFlexGrid1.Col = 0
MSFlexGrid1.Row = 0
MSFlexGrid1.Text = "NO"
MSFlexGrid1.CellFontBold = True
MSFlexGrid1.ColWidth(0) = 500
MSFlexGrid1.AllowUserResizing = flexResizeColumns
MSFlexGrid1.CellAlignment = flexAlignCenterCenter
'-------------------------------------------------
MSFlexGrid1.Col = 1
MSFlexGrid1.Row = 0
MSFlexGrid1.Text = "NAMA"
MSFlexGrid1.CellFontBold = True
MSFlexGrid1.ColWidth(1) = 2000
MSFlexGrid1.AllowUserResizing = flexResizeColumns
MSFlexGrid1.CellAlignment = flexAlignCenterCenter
'-------------------------------------------------
MSFlexGrid1.Col = 2
MSFlexGrid1.Row = 0
MSFlexGrid1.Text = "ALAMAT"
MSFlexGrid1.CellFontBold = True
MSFlexGrid1.ColWidth(2) = 2500
MSFlexGrid1.AllowUserResizing = flexResizeColumns
MSFlexGrid1.CellAlignment = flexAlignCenterCenter
End Sub
Private Sub CmdClose_Click()
Unload Me
End Sub
Private Sub CmdEksport_Click()
FlexGrid_To_Excel MSFlexGrid1, MSFlexGrid1.Rows, MSFlexGrid1.Cols, 1, "Data Anggota"
DoEvents
End Sub
Private Sub Form_Load()
MSFlexGrid1.Clear
Call AktifMSFlexGrid1
MSFlexGrid1.Rows = 2
Baris = 0
Call KoneksiKu
Set DataKu = New ADODB.Recordset
DataKu.Open "SELECT * FROM anggota ORDER BY nama ASC", _
ConKu, adOpenDynamic, adLockOptimistic
If DataKu.BOF Then
Exit Sub
Else
With DataKu
.MoveFirst
Do While Not .EOF
On Error Resume Next
Baris = Baris + 1
MSFlexGrid1.Rows = Baris + 1
MSFlexGrid1.TextMatrix(Baris, 0) = Baris
MSFlexGrid1.TextMatrix(Baris, 1) = !nama
MSFlexGrid1.TextMatrix(Baris, 2) = !alamat
.MoveNext
Loop
End With
End If
End Sub
FlexGrid_To_Excel MSFlexGrid1, MSFlexGrid1.Rows, MSFlexGrid1.Cols, 1, "Data Anggota"
DoEvents
End Sub
Private Sub Form_Load()
MSFlexGrid1.Clear
Call AktifMSFlexGrid1
MSFlexGrid1.Rows = 2
Baris = 0
Call KoneksiKu
Set DataKu = New ADODB.Recordset
DataKu.Open "SELECT * FROM anggota ORDER BY nama ASC", _
ConKu, adOpenDynamic, adLockOptimistic
If DataKu.BOF Then
Exit Sub
Else
With DataKu
.MoveFirst
Do While Not .EOF
On Error Resume Next
Baris = Baris + 1
MSFlexGrid1.Rows = Baris + 1
MSFlexGrid1.TextMatrix(Baris, 0) = Baris
MSFlexGrid1.TextMatrix(Baris, 1) = !nama
MSFlexGrid1.TextMatrix(Baris, 2) = !alamat
.MoveNext
Loop
End With
End If
End Sub
Langkah berikutnya buat sebuah module dan pastekan kode berikut :
' Author : HARLEY AFANDI DAULAY
' Date : 25-09-2019
' Purpose : https://technoindustri.blogspot.com
' Email : harly.afandi@gmail.com
'--------------------------------------------------------------
Public ConKu As New ADODB.ConKuection
'Untuk koneksi database ms access pd waktu memasukan data ke dlm database
Public Sub KoneksiKu()
Set ConKu = New ADODB.ConKuection
'Jika menggunakan ms access 2007 keatas pakailah koding berikut:
'ConKu.Open "Provider=Microsoft.ACE.OLEDB.12.0; Data Source=" & App.Path & "\Database.accdb;"
'ConKu.CursorLocation = adUseClient
ConKu.Open "PROVIDER=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;Data Source=" & App.Path & "\Database.mdb"
ConKu.CursorLocation = adUseClient
End Sub
'Prosedur Untuk Eksport
Public Sub FlexGrid_To_Excel(TheFlexgrid As MSFlexGrid, _
TheRows As Integer, TheCols As Integer, _
Optional GridStyle As Integer = 1, _
Optional WorkSheetName As String)
Dim objXL As New Excel.Application
Dim wbXL As New Excel.Workbook
Dim wsXL As New Excel.Worksheet
Dim intRow As Integer ' counter
Dim intCol As Integer ' counter
If Not IsObject(objXL) Then
MsgBox "You need Microsoft Excel to use this function", _
vbExclamation, "Print to Excel"
Exit Sub
End If
On Error Resume Next
' Membuka Excel
objXL.Visible = True
Set wbXL = objXL.Workbooks.Add
Set wsXL = objXL.ActiveSheet
' Nama worksheet
With wsXL
If Not WorkSheetName = "" Then
.Name = WorkSheetName
End If
End With
' Fill worksheet
For intRow = 1 To TheRows
For intCol = 1 To TheCols
With TheFlexgrid
wsXL.Cells(intRow, intCol).Value = _
.TextMatrix(intRow - 1, intCol - 1) & " "
End With
Next
Next
' Format Tampilan Excel
For intCol = 1 To TheCols
wsXL.Columns(intCol).AutoFit
wsXL.Range("a1", Right(wsXL.Columns(TheCols).AddressLocal, _
1) & TheRows).AutoFormat GridStyle
Next
End Sub
' Date : 25-09-2019
' Purpose : https://technoindustri.blogspot.com
' Email : harly.afandi@gmail.com
'--------------------------------------------------------------
Public ConKu As New ADODB.ConKuection
'Untuk koneksi database ms access pd waktu memasukan data ke dlm database
Public Sub KoneksiKu()
Set ConKu = New ADODB.ConKuection
'Jika menggunakan ms access 2007 keatas pakailah koding berikut:
'ConKu.Open "Provider=Microsoft.ACE.OLEDB.12.0; Data Source=" & App.Path & "\Database.accdb;"
'ConKu.CursorLocation = adUseClient
ConKu.Open "PROVIDER=Microsoft.Jet.OLEDB.4.0;Data Source=" & App.Path & "\Database.mdb"
ConKu.CursorLocation = adUseClient
End Sub
'Prosedur Untuk Eksport
Public Sub FlexGrid_To_Excel(TheFlexgrid As MSFlexGrid, _
TheRows As Integer, TheCols As Integer, _
Optional GridStyle As Integer = 1, _
Optional WorkSheetName As String)
Dim objXL As New Excel.Application
Dim wbXL As New Excel.Workbook
Dim wsXL As New Excel.Worksheet
Dim intRow As Integer ' counter
Dim intCol As Integer ' counter
If Not IsObject(objXL) Then
MsgBox "You need Microsoft Excel to use this function", _
vbExclamation, "Print to Excel"
Exit Sub
End If
On Error Resume Next
' Membuka Excel
objXL.Visible = True
Set wbXL = objXL.Workbooks.Add
Set wsXL = objXL.ActiveSheet
' Nama worksheet
With wsXL
If Not WorkSheetName = "" Then
.Name = WorkSheetName
End If
End With
' Fill worksheet
For intRow = 1 To TheRows
For intCol = 1 To TheCols
With TheFlexgrid
wsXL.Cells(intRow, intCol).Value = _
.TextMatrix(intRow - 1, intCol - 1) & " "
End With
Next
Next
' Format Tampilan Excel
For intCol = 1 To TheCols
wsXL.Columns(intCol).AutoFit
wsXL.Range("a1", Right(wsXL.Columns(TheCols).AddressLocal, _
1) & TheRows).AutoFormat GridStyle
Next
End Sub
Ok... Sampai tahap ini kita sudah selesai untuk aplikasi VB6 nya, Langkah berikut nya adalah membuat sebuah database "Microsoft Acces", Buka MS Acces di PC anda lalu buat sebuah database dan pilih "Create blank database" format ".mdb", selanjutnya buat sebuah tabel dengan nama "anggota" dengan nama field seperti berikut :
silahkan isi data sesuai keinginan sobat, atau klik link berikut untuk tutorial sebelumnya Cara Input Data Ke database Acces Dengan VB6, ok langkah selanjutnya adalah simpan dan Tutup Database, lalu kembali ke project VB6 sobat, lalu tekan F5 untuk Run Project, maka Hasilnya kira-kira seperti ini :
Nah silhkan klik tombol export...Bagaimana sobat Blogger? Mudah Bukan? Ok deh kalo begitu untuk kali ini sampai disini dl ya, untuk pertanyaan mengenai TItorial ini silahkan berkomentar!
Buat temen-temen yang mau copas silahkan aja ya, tapi mohon sertakan link sumber .... :)
Terima Kasih
Harley Daulay
INPUT DATA KE DATABASE DENGAN VB6
1/05/2020
Belajar Pemrograman, Harley Afandi Daulay, Harley Daoelay, Harley Daulay, Microcontroller, Software, Teknologi Industri, Tips Dan Trik, Tutorial Vb 2010, Tutorial VB6, Visual Basic
No comments
Langkah pertama silahkan buka VB6 di komputer anda, lalu pilih "Standar EXE".
Maka tampilannya kira-kira seperti ini :
tambahkan 2 buah "TextBox", 2 buah "CommandButton", 2 Buah Label, lalu susun seperti ini :
Langkah Berikutnya klik double klik pada form dan paste kan kode berikut :
Ok... Sampai tahap ini kita sudah selesai untuk aplikasi VB6 nya, Langkah berikut nya adalah membuat sebuah database "Microsoft Acces", Buka MS Acces di PC anda lalu buat sebuah database dan pilih "Create blank database" format ".mdb", selanjutnya buat sebuah tabel dengan nama "anggota" dengan nama field seperti berikut :
Langkah selanjutnya adalah Simpan Database dan kemudian tutup, selanjutnya kembali ke Project VB6 sobat, Tekan F5 untuk Running Project, Hasilnya Kira-kira seperti ini :
Nah silhkan isi data pada textbox lalu tekan simpan untuk menyimpan data, maka otomatis data akan tersimpan di database, Ok Sobat Mudah kan? kalau masih kurang paham boleh bertanya di komentar, Terima kasih sudah berkunjung.... :)
Oh iyaa, Kalo sobat juga butuh "Cara Export Data Dari Database Ke Excel" sobat bisa kunjungi artikel Cara Export Data Dari Database Ke Excel.
Terima Kasih
Harley Daulay
Maka tampilannya kira-kira seperti ini :
tambahkan 2 buah "TextBox", 2 buah "CommandButton", 2 Buah Label, lalu susun seperti ini :
Langkah Berikutnya klik double klik pada form dan paste kan kode berikut :
' Author : Harley Afandi Daulay
' Date : 25-09-2019
' Purpose : https://technoindustri.blogspot.com
' Email : harly.afandi@gmail.com
'---------------------------------------------------
Public kon As New ADODB.Connection
Public DataKu As New ADODB.Recordset
Private Sub Command1_Click()
If Text1 = "" Or Text2 = "" Then
MsgBox "Data Belum Lengkap...!", vbInformation, "Informasi"
Else
Dim SQLTambah As String
SQLTambah = "insert into anggota (Nama,Alamat) values ('" _
& Text1 & "','" & Text2 & "')"
kon.Execute SQLTambah
Text1 = ""
Text2 = ""
MsgBox "Data Berhasil di Input"
End If
End Sub
Private Sub Command2_Click()
End
End Sub
Private Sub Form_Activate()
Set kon = New ADODB.Connection
Set DataKu = New ADODB.Recordset
kon.Open "provider=Microsoft.jet.oledb.4.0;data source=" & App.Path & "\Database.mdb"
End Sub
' Date : 25-09-2019
' Purpose : https://technoindustri.blogspot.com
' Email : harly.afandi@gmail.com
'---------------------------------------------------
Public kon As New ADODB.Connection
Public DataKu As New ADODB.Recordset
Private Sub Command1_Click()
If Text1 = "" Or Text2 = "" Then
MsgBox "Data Belum Lengkap...!", vbInformation, "Informasi"
Else
Dim SQLTambah As String
SQLTambah = "insert into anggota (Nama,Alamat) values ('" _
& Text1 & "','" & Text2 & "')"
kon.Execute SQLTambah
Text1 = ""
Text2 = ""
MsgBox "Data Berhasil di Input"
End If
End Sub
Private Sub Command2_Click()
End
End Sub
Private Sub Form_Activate()
Set kon = New ADODB.Connection
Set DataKu = New ADODB.Recordset
kon.Open "provider=Microsoft.jet.oledb.4.0;data source=" & App.Path & "\Database.mdb"
End Sub
Ok... Sampai tahap ini kita sudah selesai untuk aplikasi VB6 nya, Langkah berikut nya adalah membuat sebuah database "Microsoft Acces", Buka MS Acces di PC anda lalu buat sebuah database dan pilih "Create blank database" format ".mdb", selanjutnya buat sebuah tabel dengan nama "anggota" dengan nama field seperti berikut :
Langkah selanjutnya adalah Simpan Database dan kemudian tutup, selanjutnya kembali ke Project VB6 sobat, Tekan F5 untuk Running Project, Hasilnya Kira-kira seperti ini :
Nah silhkan isi data pada textbox lalu tekan simpan untuk menyimpan data, maka otomatis data akan tersimpan di database, Ok Sobat Mudah kan? kalau masih kurang paham boleh bertanya di komentar, Terima kasih sudah berkunjung.... :)
Oh iyaa, Kalo sobat juga butuh "Cara Export Data Dari Database Ke Excel" sobat bisa kunjungi artikel Cara Export Data Dari Database Ke Excel.
Terima Kasih
Harley Daulay
Rabu, 01 Januari 2020
Menentukan KVAR Pada Kapasitor Bank Sesuai Kebutuhan
1/01/2020
Belajar Pemrograman, Electronic & Robotic, Elektrik, Harley Afandi Daulay, Harley Daoelay, Harley Daulay, Kapasitor Bank, Listrik Industri, Programable Logic Control (PLC), Teknologi Industri
No comments
Selamat menikmati hari libur sobat blogger, tapi gak ada salahnya sambil buka dan baca-baca blog ini barang kali ada yang bermanfaat bagi sobat blogger. Untuk kali ini penulis akan menyajikan artikel tentang perhitungan nilai kapasitas kapasitor yang harus digunakan untuk memperbaiki faktor daya (Cos Phi) jaringan listrik sesuai dengan besarnya daya beban yang terpasang pada jaringan listrik tersebut. Nah untuk memahaminya silahkan simak dengan seksama uraian berikut ini.
Beban/Pemakai Daya Listrik
Sebagai contoh berikut ini merupakan besar beban/pemakai daya listrik yang digunakan pada jaringan listrik yang akan diperbaiki faktor daya (cos phi) nya, yaitu berupa 5 buah lampu TL 20 W, 2 buah lampu pijar 100 W dan 2 buah motor listrik 125 W. Beban tersebut digunakan untuk mensimulasikan penghematan daya dengan memantau perubahan arus listrik yang dikonsumsi oleh beban tersebut untuk perbaikan faktor daya (cos phi) pada jaringan listrik setelah adanya beban induktif.
Perhitungan Nilai Kapasitas Kapasitor
Kapasitor adalah komponen yang hanya dapat menyimpan dan memberikan energi yang terbatas yaitu sesuai dengan kapasitasnya, pada dasarnya kapasitor terdiri atas dua keping sejajar yang dipisahkan oleh medium dielektrik. Kapasitor pada sistem daya listrik menimbulkan daya reaktif untuk memperbaiki tegangan dan faktor daya, karenanya memasang/menambah kapasitor pada sistem jaringan listrik akan mengurangi kerugian daya listrik. Dalam kapasitor seri daya reaktif sebanding dengan kuadrat arus beban, sedang pada kapasitor paralel sebanding dengan kuadrat tegangan. Pemasangan komponen kapasitor seri dan paralel pada jaringan distribusi listrik mengakibatkan kerugian (losses) aliran daya reaktif pada jaringan dapat dikurangi sehingga kebutuhan arus menurun dan tegangan mengalami kenaikan sehingga kapasitas sistem jaringan bertambah. Kapasitor seri tidak digunakan secara luas dalam jaringan distribusi, karena adanya berbagai permasalahan resonansi distribusi dalam transformator.
Manfaat penggunaan kapasitor paralel
1. Mengurangi kerugian
2. Memperbaiki kondisi tegangan
3. Memaksimalkan kapasitas pembebanan jaringan
Untuk menghitung besarnya nilai kapasitas kapasitor dapat digunakan rumus : C = Qc / -V². ω
Dimana :
C = Kapasitas kapasitor (Farad)
Qc = Daya reaktif kapasitor (Var)
V = Tegangan (Volt)
ω = 2πf
Contoh :
Satu buah TL dengan daya = 20 W, tegangan = 220 V, Faktor daya = 0,35 maka :
P = V.I.Cos θ
I1 = P/V.Cos θ = 20 / 220 x 0,35 = 20 / 77 = 0,2597 A = 259,7 mA
Konsumsi arus listrik yang dibutuhkan secara teori apabila Cos θ sebesar 0,9 adalah :
I2 = P/V.Cos θ = 20 / 220 x 0,9 = 20 / 198 = 0,101 A = 101 mA
Prosentase (%) penghematan konsumsi arus listrik sebesar :
259,7 A – 101 A = 158,7 A = ± 61%
Cara menentukan nilai kapasitas kapasitor :
Cos θ1 = 0,35 à θ1 = Cos-1 x 0,35 = 69,5
Cos θ2 = 0,9 à θ2 = Cos-1 x 0,9 = 25,84
Daya Nyata (P1) = 20 W
Daya Semu (S1) = P / Cos θ1 = 20 / 0,35 = 57,143 VA atau
S1 = V.I = 220 x 0,2597 = 57,143 VA
Daya Reaktif (Q1) = S.Sin θ1
= 57,143 x Sin 69,5
= 53,524 VAR
Daya Nyata (P2) = P1 = 20 W
Daya Semu (S2) = P / Cos θ2 = 20 / 0,9 = 22,22 VA atau
S2 = V.I = 220 x 0,101 = 22,22 VA
Daya Reaktif (Q2) = S.Sin θ2
= 22,22.Sin 25,84
= 9,685 VAR
Daya reaktif yang harus dihilangkan : ΔQ = Q2 – Q1
= 9,685 – 53,524 = - 43,839 VAR
Nilai kapasitas kapasitor yang digunakan untuk mendapatkan sudut (Phi) = 0,9 adalah :
C = Qc / -V².ω = - 43,839 / (- 220² x 314) = 43,839 / 15.197.600 = 2,9 μF à 3 μF
Jadi untuk penghematan konsumsi arus listrik dengan beban diatas setelah dilakukan perhitungan, maka kapasitor yang harus dipasang sebesar 2,9 μF atau dibulatkan menjadi 3 μF.
Gambar 1. Kapasitor yang harus dipasang paralel dengan beban lampu TL 20 W
sumber : http://margionoabdil.blogspot.com/
Pengertian Kapasitor Bank Dan Fungsinya
1/01/2020
Belajar Pemrograman, Electronic & Robotic, Elektrik, Harley Afandi Daulay, Harley Daoelay, Harley Daulay, Ilmu Kelistrikan, Kapasitor Bank, Listrik, Listrik Industri, Teknologi Industri
No comments
Pada artikel kali ini saya akan share tentang pengertian Kapasitor Bank atau Capacitor Bank, fungsi yang sering digunakan baik dalam dunia industri maupun dalam kegunaan sehari hari serta bagaimana rangkaian susunannya.
Tentunya bagi sobat teknisi sudah mengetahui pengertian kapasitor bukan ? sebelum melanjutkan, tentunya wajib untuk mengetahui dasar kapasitor. Pada artikel ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu
- Pengertian Kapasitor Bank
- Cara Kerja Kapasitor Bank
- Fungsi Kapasitor Bank
- Fungsi Kapasitor Bank di Industri
- Fungsi Kapasitor Bank di Audio Mobil
- Kapasitor Bank untuk Rumah
- Rangkaian Kapasitor Bank
Pengertian Kapasitor Bank
Pengertian Kapasitor Bank adalah kumpulan dari beberapa kapasitor yang biasanya memiliki spesifikasi yang sama dan dihubungkan secara rangkaian seri atau paralel supaya didapatkan suatu nilai kapasitas tertentu. Penggunaan paling banyak kapasitor bank adalah untuk memperbaiki power factor pada arus listrik AC, sedangkan pada arus DC khususnya power supply untuk meningkatkan arus riak catu daya serta meningkatkan jumlah energi yang tersimpan karena fungsi utama kapasitor memang sebagai komponen yang dapat menyimpan arus listrik.

Satuan untuk kapasitor bank biasanya dihitung dalam KVAR (Kilovolt ampere reaktif).
Cara Kerja Kapasitor Bank
Dalam ilmu listrik sering kita dengar istilah faktor daya atau sering juga disebut power factor yaitu nilai perbandingan antara daya aktif atau daya sebenarnya dengan daya tampak atau apparent power, kadang disebut juga sebagai daya semu. Penggunaaan kapasitor bank dimaksudkan untuk memperbaiki faktor daya ini.
Pertanyaannya adalah kenapa faktor daya ini perlu diperbaiki ?
Pengertian daya tampak sendiri adalah energi listrik yang dihasilkan oleh generator listrik yang biasa kita ukur dengan satuan VA ( Volt-Ampere) sedangkan pengertian daya aktif yaitu energi listrik yang benar benar digunakan oleh peralatan listrik dan biasa disebut dengan satuan Watt.
Secara teori, daya tampak selalu lebih besar dari daya aktif, untuk memudahkan berikut adalah analoginya dengan segelas bir dimana buih bisa dianalogikan sebagai daya tampak padahal yang bisa kita minum hanya bir nya saja bukan ?

Jika demikian kemanakah sisa energi listrik daya tampak tersebut ? padahal generator pembangkit listrik sudah bekerja dengan menghasilkan VA yang sesuai. Daya listrik yang tampak sebenarnya merupakan arus balik yang timbul pada instalasi listrik pada saat dibebani oleh alat alat yang salah satunya bisa menimbulkan elektromagnet atau dengan kata lain yang komponennya terdiri dari kumparan/ coil.
Seperti yang diketahui terdapat banyak sekali jenis beban peralatan listrik bisa berupa :
Beban indukti (L) misalnya motor listrik, kulkas, freezer, kompressor AC, kipas angin
Resistif (R) misalnya lampu pijar, setrika listrik
Kapasitif (C), yaitu kapasitor itu sendiri
Pada arus AC/ bolak balik semua beban yang terhubung dengan jenis beban indutif akan menyebabkan lagging yaitu arus tertinggal terhadap tegangan dan celakanya kebanyakan beban listrik ini adalah bersifat induktif.
Nah disinilah cara kerja kapasitor bank berperan dalam memperbaiki power factor di jaringan instalasi listrik dengan cara menyeimbangkan antara beban induktif dan beban kapasitif, berikut grafik sederhana karakteristik kedua beban tersebut dimana tegangan dan arus mendahului pada jenis beban masing masing. Penggunaan kapasitor bank dimaksudkan untuk meminimalisir efek atau melawan sifat dari beban induktif dengan cara memasang paralel dengan beban.

Sehingga secara tidak langsung kapasitor bank adalah beban/ load bagi jaringan listrik itu sendiri.
Fungsi Kapasitor Bank
Fungsi utama kapasitor bank utamanya dalam penggunaan listrik arus kuat adalah untuk memperbaiki faktor daya listrik khususnya pada instalasi listrik arus AC dengan daya besar seperti pada penggunaan di industri. Berikut ini adalah beberapa fungsi selain dari memperbaiki power factor :
Mensupply daya reaktif dengan tujuan untuk memaksimalkan penggunaan daya komplek (KVA)
Mengurangi terjadinya Voltage drop atau turun tegangan
Mencegah overload atau kelebihan beban pada transformer karena kapasitor bisa berfungsi juga sebagai tambahan daya
Mencegah kenaikan temperatur suhu kabel
Menghemat daya / efesiensi yaitu dengan menurunkan kVA total karena pemakaian kVA lebih mendekati kW yang terpakai
Meminimalisir terjadinya rugi – rugi jaringan listrik
Mencegah denda PLN karena adanya daya reaktif.
Fungsi Kapasitor Bank di Industri
Dalam skala rumahan permasalahan faktor daya ini mungkin bisa diabaikan karena kapasitas daya memang kecil, namun pada industri dengan beban motor listrik yang besar maka akan sangat berpengaruh yaitu jika cos φ (baca : phi) lebih rendah dari 0.85 maka daya reaktif dari industri tersebut akan dikenakan biaya tambahan daya reaktif berdasarkan pengukuran oleh kVARh-meter.

Oleh karena itulah harga kapasitor bank untuk industri walaupun sangat mahal bisa dibilang wajib ada untuk memperbaiki faktor daya dan secara langsung memperbaiki kualitas layanan PLN selaku jasa penyedia listrik
Fungsi Kapasitor Bank di Audio Mobil
Sedangkan kegunaan kapasitor bank pada arus lemah lebih sederhana, yang sering diaplikasikan misalnya saja pada rangkaian kapasitor bank untuk audio mobil. Kita tahu bahwa pada perangkat audio mobil biasanya memiliki kapasitas amplifier yang besar sehingga diperlukan juga daya listrik yang besar dan stabil sedangkan daya listrik yang dipasok dari Aki mobil dan alternator tentunya terbatas selain itu instalasi kabel listrik yang berjauhan juga ikut menghambat misalnya saja perangkat audio mobil ada di belakang sedangkan aki di bagian depan mobil.

Imbasnya suara yang dihasilkan menjadi tidak maksimal, biasanya akan sangat berpengaruh ke audio frekuensi rendah atau Bass menjadi pecah. Kapasitor bank pada mobil berfungsi untuk menyimpan pasokan energi listrik sementara sehingga daya untuk menghidupkan amplifier pada saat menggunakan kapasitas maksimalnya tidak terganggu.
Kapasitor Bank untuk Rumah
Seperti disampaikan sebelumnya pada industri sangat disarankan untuk menggunakan kapasitor bank ini untuk meminimalisir kelebihan daya reaktif (VAR) yang nantinya akan memperbaiki faktor daya jaringan listrik namun penggunakan kapasitor bank untuk rumah tidak akan terlalu berpengaruh karena biasanya nilai faktor daya di instalasi listrik rumah sudah cukup baik.
Lagi pula di perumahan umumnya hanya terdapat kWh-meter, sedangkan untuk mengukur daya reaktif diperlukan kVARh-meter. Dibandingkan dari segi biaya pemasangan kapasitor bank untuk rumah dan tentunya juga perawatan, tidak terlalu ekonomis karena harga kapasitor bank ini termasuk mahal untuk ukuran jaringan listrik rumahan.
Lalu bagaimana dengan sebuah produk kapasitor penghemat daya yang banyak dijual dan menjadi kontroversi apakah memang bisa menghemat daya ? menurut penulis untuk penggunaan kapasitor tersebut di rumahan tidak akan bisa menghemat daya. Karena fungsi dari kapasitor pada arus AC bukan untuk menghemat daya tetapi untuk mengefektifkan penggunaan daya.

Kapasitor pada Alat penghemat Listrik
Malah jika pemilik rumah terlalu bersemangat sampai membeli beberapa unit kapasitor penghemat listrik misalnya, yang ada malah biaya listrik menjadi tambah boros, kenapa bisa begitu ? karena seperti disampaikan diatas bahwa kapasitor bank itu sendiri merupakan beban bagi jaringan instalasi listrik yang tentunya ikut menarik arus juga.
Bagaimana jika penjual ternyata bisa membuktikan bahwa penggunaan arus listrik berkurang dengan cara menggunakan Amperemeter yang pembacaannya arusnya berkurang setelah pemasangan kapasitor ?
Sebagai contoh sebuah lampu 200 Watt sebelum pemasangan kapasitor yang diukur dengan Ampere meter menunjukkan 1.19 Ampere, selanjutnya dipasangkan sebuah kapasitor dengan nilai tertentu dan dilakukan pengukuran ulang pada Ampere meter menjadi 0.97 Ampere
Sehingga yang sebelumnya penggunaan arus 1.19 A menjadi 0.97 A bagaimana penjelasan atas hal ini ? jawabannya adalah karena arus yang terukur pada alat ukur Amperemeter adalah hanya daya semu (VA) saja dengan rumus
Psemu = V * I (VA)
Jika dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat ukur Watt meter maka penggunaan daya yang terukur baik sebelum maupun sesudah pemasangan kapasitor sebenarnya akan tetap sama saja terbaca 200 Watt karena adanya faktor cos φ (baca : phi) yang jika dalam bentuk rumus :
Pnyata = V * I * cos φ (Watt)
Dimana
Psemu = Daya semu (Volt Ampere = VA)
Pnyata = Daya nyata Watt)
V = Tegangan (dalam Volt)
I = Arus (dalam Ampere)
cos φ= Faktor daya
Itu juga alasannya kenapa di rumah yang dijadikan sebagai ukuran penggunaan kapasitas daya listrik adalah kWH Meter dan bukan kVA Meter, intinya adalah pada arus bolak balik AC tegangan dan arus yang terukur tidaklah cukup untuk mengetahui daya sebenarnya yang digunakan beban tersebut. Kesimpulannya untuk rumahan tidak diperlukan kapasitor bank karena memperbaiki faktor daya penggunaan listrik rumahan merupakan tugas PLN.
Jika memang diinginkan penghematan biaya listrik maka lebih baik dengan cara lain misalnya mengganti kabel instalasi dengan jenis kabel listrik yang memadai seperti misalnya kabel jenis NYA supaya tidak terjadi rugi daya karena kabel panas, atau bisa juga dengan mengganti semua lampu menjadi hemat energi listrik (LED) misalnya.
Rangkaian Kapasitor Bank
Sebenarnya rangkaian kapasitor bank yang sering digunakan biasanya sederhana yaitu terdiri dari beberapa buah kapasitor dengan nilai tertentu yang disusun secara paralel, tetapi wajib diketahui untuk pemasangan nilai kapasitor yang sesuai harus melalui pengukuran dahulu beberapa diantarnya yaitu pengukuran cos φ (baca : phi) meter, untuk memonitor faktor daya dan juga diperlukan pengecekan Total Harmonic Distortion/ THD yang nantinya menentukan pada jenis kapasitor bank yang akan digunakan.
Rangkaian kapasitor bank yang diperlihatkan dibawah ini cukup kompleks karena kapasitasnya memang besar yaitu tegangan 11 kV dan kapasitas daya 30 MVA, 50 Hz dan terdiri dari 3 phase yang setiap phasa nya terhubung dengan kapasitor bank melalui blok switching contactor.
Jika dilihat pada output transformator dengan tegangan 0.4kV yang terhubung langsung ke beban dipasang dengan perhitungan kapasitor bank kapasitas 40 kVAR yang seharusnya cukup memadai untuk mencapai power factor 0.857 untuk 100 kVAR beban induktif.

source : intechopen.com
Demikian artikel kali ini tentang kapasitor bank semoga bisa menambah ilmu pengetahuan rekan teknisi.
Rabu, 25 Juli 2012
Pacaran Menurut Pandangan Islam
7/25/2012
Harley Afandi Daulay, Harley Daulay, Pandangan Islam, Religi, Teknologi Industri, Tips Dan Trik
a. Islam Mengakui Rasa Cinta
Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya.
“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik .”(QS. Ali Imran :14).
Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mengejwantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semau itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.
Rasulullah SAW bersabda,”Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku”.
b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal
Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.
Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan oleh orang banyak.
Bahkan lebih ‘keren’nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan ‘pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.
Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `the real gentleman`. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wnaita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi the real man.
Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Kecuali memang ada hubungan `mahram` (keharaman untuk menikahi). Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana.
Sedangkan pemandangan yang lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama.
Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.
c. Pacaran Bukan Cinta
Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berentu sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan dengan janji bertemua langsung.
Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada ketentuan tentang kesetiaan dan seterusnya.
Padahal cinta itu memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta.
d. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan
Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya dari data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.
Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu.
Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,”Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa’ fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha’ Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)
Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting.
Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebaga ta’aruf. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya.
Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemua dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran.
Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya sebuah penyesatan dan pengelabuhan.
Dan tidak heran kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
sumber : http://safruddin.wordpress.com/2007/06/16/pacaran-dalam-pandangan-islam


























